Tanya-Jawab tentang Perjalanan Hidup Nabi Muhammad Kitab Amali fis Sirah An Nabawiyah Karya Ibnu Ahmad Al HakamiTanya-Jawab tentang Perjalanan Hidup Nabi Muhammad Kitab Amali fis Sirah An Nabawiyah Karya Ibnu Ahmad Al HakamiKarya-karya ulama tentang perjalanan hidup Nabi Muhammad betul-betul melimpah. Ada yang berupa bait-bait syair, ada juga yang berupa tulisan naratif. Ada yang panjang sampai berjilid-jilid banyaknya, ada yang ringkas dalam beberapa halaman saja. Di antara ulama yang menyusun karya dalam bidang ini adalah Hafizh bin Ahmad Al Hakami, seorang ulama dari wilayah selatan kerajaan Arab Saudi. Beliau menyusun kitab sirah nabawiyah dalam bentuk bait-bait syair dan narasi biasa. Menariknya, tidak seperti para ulama yang telah mendahului beliau, salah satu kitab sirah nabawiyah karya beliau disusun dalam bentuk tanya-jawab. Tentu saja, metode seperti ini, termasuk salah satu metode dalam menyampaikan ilmu-ilmu agama yang telah dikenal luas dalam sejarah. Dengan metode ini, beliau ingin menyampaikan garis besar perjalanan hidup Rasulullah dengan lebih ringkas dan berisi.
Hikmahhikmah dan rahasia-rahasia yang tersembunyi di balik sisi-sisi rihlah tersebut selayaknya dibahas di dalam buku-buku tentang rahasia-rahasia syari'ah. Akan tetapi disini ada beberapa hakikat ringan yang terpancar dari sumber-sumber rihlah yang diberkahi ini dan mengalir deras menuju taman-taman bunga Sirah Nabawiyyah.
– 3 pertanyaan tentang perjalanan malam Isra Miraj dijelaskan oleh Syeikh Safi-ur-Rahman al-Mubarkpuri penulis buku Sirah Nabawiyah. Pada 22 Februari 2022, Syeikh Safiyurrahman menulis tentang perjalanan malam. Perjalanan Malam adalah salah satu peristiwa besar dalam kehidupan Nabi damai dan berkah besertanya. Itu terjadi selama fase sulit dari panggilan Nabi di Mekah. Jadi, itu adalah pengalaman hebat dan meneguhkan bagi Nabi, penuh berkah dan peristiwa besar. Di bawah ini, kamu dapat menemukan jawaban untuk 3 pertanyaan penting tentang perjalanan khusus ini. Baca Juga Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad Kapan Perjalanan Malam itu terjadi? Tanggal pasti dari peristiwa besar ini masih kontroversial Beberapa ulama, termasuk Imam At-Tabari, berpendapat bahwa Perjalanan Malam terjadi pada tahun yang sama Nabi damai dan berkah besertanya menerima wahyu pertama. Imam An-Nawawi dan Al-Qurtubi lebih menyukai pendapat bahwa itu terjadi lima tahun setelah misi Nabi. Pendapat lain menetapkan 27 Rajab, 10 tahun setelah Nabi memulai misi besarnya sebagai tanggal pasti peristiwa tersebut. Namun, ulama lain mendukung tanggal mulai dari 12 hingga 16 bulan sebelum migrasi Nabi ke Madinah. Tiga pendapat pertama ditolak oleh sebagian ulama dengan alasan bahwa telah ditetapkan bahwa shalat wajib dilakukan pada malam Isra’ dan bahwa lembaga tersebut tidak terjadi selama masa hidup Khadijah, istri Nabi, yang meninggal PADA bulan Ramadhan, 10 tahun setelah Nabi memulai misi mulianya. Adapun pendapat lain, saya [Mubarakpuri] tidak menemukan bukti untuk memperkuatnya. Namun, konteks Surat Al-Israa’ menyiratkan bahwa itu diturunkan di akhir zaman selama fase Makkah. Apa yang terjadi selama Perjalanan? Para ulama hadis melaporkan rincian Malam Al-Israa’. Berikut rangkuman acara Malam itu Nabi damai dan berkah besertanya dibawa dalam tubuh dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsha di Yerusalem di sebuah gunung yang disebut Al-Buraq di perusahaan Malaikat Jibril. Di sana, Nabi Muhammad memimpin semua nabi lainnya dalam doa. Baca Juga Rajab dan Perintah Shalat dalam Peristiwa Isra&8217; Mi&8217;raj Naik ke Surga Setelah itu, Jibril membawanya ke surga. Ketika mereka mencapai surga pertama, Jibril meminta malaikat pelindung untuk membuka pintu surga pertama. Itu dibuka dan Nabi Muhammad melihat Adam Shallallahu alaihi wa sallam, nenek moyang umat manusia. Nabi memberi salam kepadanya. Adam menyambut Nabi dan menyatakan imannya pada kenabian Muhammad. Nabi melihat di sebelah kanan Adam ruh orang-orang yang akan bahagia di akhirat dan melihat ruh orang-orang yang dikutuk di sebelah kirinya. Jibril kemudian naik dengan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ke surga kedua dan meminta untuk membuka pintu gerbang. Di sana, Nabi melihat dan memberi hormat kepada Nabi Yahya Yohanes dan `Isa Yesus, shallallahu alaihi wa sallam. Mereka membalas salam, menyambutnya, dan menyatakan iman mereka pada kenabiannya. Hal yang sama terjadi di setiap surga Di surga ketiga, Nabi melihat Nabi Yusuf Joseph; dia melihat Nabi Idris Henokh di surga keempat; di kelima, Nabi Harun Harun; di keenam, Nabi Musa Musa; dan ketujuh, Nabi Ibrahim Abraham, damai dan berkah atas mereka semua. Ketika Nabi Muhammad meninggalkan Nabi Musa di surga keenam, Nabi Musa mulai menangis. Ditanya alasannya, dia menjawab bahwa meskipun Muhammad diutus setelah dia sebagai utusan, mereka yang akan masuk surga dari umat Muhammad jumlahnya lebih banyak daripada mereka yang dari umat Musa. Nabi kemudian dibawa ke Sidrat Al-Muntaha Bahasa Arab untuk “pohon bidara yang paling jauh”. Dia juga ditunjukkan Al-Bait Al-Ma`mur Bahasa Arab untuk “rumah yang sering dikunjungi” yang dihadiri setiap hari oleh malaikat; para malaikat yang menghadirinya tidak pernah meninggalkannya sampai hari kiamat. Baca Juga Hikmah Peristiwa Isra Miraj 50 Doa Dia kemudian dipresentasikan ke Hadirat Ilahi dengan jarak sedekat mungkin. Di sana, Allah Subhanahu wa taala menahbiskan 50 doa harian untuknya. Dalam perjalanan kembali, dia memberi tahu Nabi Musa bahwa para pengikutnya telah diperintahkan untuk sholat 50 kali sehari. Nabi Musa menasihatinya untuk meminta kepada Allah agar mengurangi jumlah itu karena umat Islam tidak akan tega melakukan shalat sebanyak itu. Nabi menoleh ke Jibril seolah meminta nasihatnya. Jibril mengangguk, “Ya, jika kamu mau,” dan naik bersamanya ke Allah Subhanahu wa taala. Kemudian Allah Subhanahu wa taala mengurangi 10 shalat. Nabi kemudian turun dan melaporkan hal itu kepada Musa, yang sekali lagi mendesaknya untuk meminta pengurangan lebih lanjut. Nabi sekali lagi memohon kepada Allah untuk mengurangi jumlahnya lebih jauh. Dia pergi lagi dan lagi kepada Allah SWT atas anjuran Musa hingga shalatnya dikurangi menjadi lima saja. Sekali lagi, Musa memintanya untuk memohon pengurangan lebih banyak, tetapi Nabi berkata, “Saya merasa malu berulang kali meminta Tuhan saya untuk mengurangi jumlah shalat harian. Saya menerima dan pasrah pada Kehendak-Nya.” Ketika Nabi pergi lebih jauh, seorang penelepon terdengar berkata “Aku telah memberlakukan ketetapan-Ku Allah dan meringankan beban hamba-Ku.” Baca Juga Kisah Perjalanan Isra&8217; Mi&8217;raj Rasulullah 2 Bagaimana reaksi masyarakat terhadap berita tersebut? The Night Journey menimbulkan banyak kegemparan di antara orang-orang, dan hadirin yang skeptis mengajukan berbagai macam pertanyaan kepada Muhammad. Orang-orang kafir menemukan kesempatan yang cocok untuk mengejek Muslim dan keyakinan mereka. Mereka mengganggu Nabi dengan pertanyaan tentang deskripsi Masjid di Yerusalem, di mana dia belum pernah pergi sebelumnya, dan yang membuat mereka heran, jawaban Nabi memberikan informasi yang paling akurat tentang hal itu. Namun, mereka tidak menerima apa pun dan tetap tidak percaya. Namun, bagi Muslim sejati, tidak ada yang aneh dengan Perjalanan Malam. Allah Yang Mahakuasa, Yang cukup berkuasa untuk menciptakan langit dan bumi, tentu saja cukup berkuasa untuk membawa Rasul-Nya melampaui langit dan menunjukkan kepadanya secara langsung tanda-tanda kebesaran-Nya yang tidak dapat diakses oleh orang lain. Sikap beriman ini dicontohkan oleh Abu Bakar radhiyallahu anhu yang ditantang oleh orang-orang kafir karena peristiwa ini untuk mempercayai apa yang dikatakan Nabi. Dia dengan mudah menjawab, “Ya, saya percaya itu.” Dilaporkan bahwa jawaban inilah yang membuatnya mendapatkan gelar terkenal As-Siddiq Bahasa Arab untuk “pembukti kebenaran”. Referensi Diringkas dan diadaptasi dari The Sealed Nectar milik penulis. Yesus Nabi Muhammad Yerusalem mi’raj Israa’ Perjalanan Malam Kabah Quds Masjid Al-Aqsa Kehidupan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam Tentang Safi-ur-Rahman al-Mubarkpuri Sheikh Safi-ur-Rahman al-Mubarkpuri lahir dan mengenyam pendidikan di India. Dia mengajar yurisprudensi dan Hadis di Universitas Salafi dan bekerja sebagai pemimpin redaksi majalah Muhaddith. Ia bekerja di Pusat Sunnah yang berafiliasi dengan Universitas Islam di Madinah, Arab Saudi. Dia menulis sejumlah buku, termasuk Ar-Rahiq Al-Makhtum Nectar Tertutup yang dihormati oleh Liga Muslim Dunia dengan hadiah pertama dalam kontes tentang biografi Nabi.[ind/aboutislam]
nabimuhammad saw merupakan penutup dari nabi sebelumnya. oleh karena itu kita wajin menjadikan rasul saw sebagai teladan di setiap, sehingga snagat penting sekali untuk mempelajari sirah naabawiyah.
Latar Belakang يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّـهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” QS. Muhammad [47] 7 Saya mulai tulisan ini dengan menyitir salah satu ayat dari surah Muhammad ayat 7. Sebuah kandungan yang agung dan layak untuk ditadabburi bagi orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosulnya. Setelah sebelumnya saya sampaikan dalam sebuah artikel Mengokohkan Keyakinan di saya melihat kiranya sangat penting untuk membuat sebuah risalah singkat berkenaan dengan keutamaan mempelajari Sirah Nabawiyah. Kisah perjalanan Nabi Muhammad Shalallohu alaihi wa Salam dari mulai awal dilahirkan hingga wafat yang sarat akan makna dan sudah selayaknya menjadi salah satu pelajaran penting yang diajarkan di kajian-kajian Islam disamping mengajarkan tentang Aqidah, Fiqh, Tafsir dan lainnya. Sebelum saya menyampaikan beberapa poin pentingnya mempelajari Sirah Nabawiyah ini ada baiknya saya ceritakan sebuah kisah nyata seorang anak muslim. Kisah ini disampaikan oleh seorang da’i. Kisah seorang anak yang dilahirkan di keluarga muslim yang taat dan bertakwa kepada Alloh. Keluarga yang lingkungannya menjalankan syariat Islam. Semua kebaikan ada pada keluarga tersebut dari mulai kewajiban agama yang dijalankan hingga sunnah-sunnah Nabi-nya. Semua poin kebaikan ada pada keluarga itu. Selalu menghadiri kajian-kajian keislaman yang ada. Putri itu bahkan disekolahkan di sekolah Islam. Dikisahkan oleh Sang Da’i bahwa ibu dari anak ini suatu ketika datang ke rumah sang da’i. Mengetuk pintu rumah dan menangis tersedu-sedu di depan pintu. Sang da’i disertai dengan istrinya mengajak duduk sang ibu dan meminta menceritakan apa yang terjadi. Sang ibu menangis dan menceritakan bahwa putrinya yang biasanya selalu berada dalam lingkungan Islam yang taat ingin keluar dari Islam dan membuang semua keyakinan yang ada tentang Alloh bahkan tentang Tuhan itu sendiri. Apa yang terjadi ?. Kenapa hal ini bisa menimpa pada keluarga yang bertakwa kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala ?. Sang ibu menceritakan proses ini telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Sekali lagi si anak tidak lagi percaya dengan Alloh, tidak percaya lagi dengan Islam. Dia ingin menyatakan berlepas diri dari semua keyakinan yang ada. Semuanya hilang. Sang da’i kemudian meminta sang ibu untuk tenang dulu. Si anak yang diceritakan ini juga ada hanya saja sedang menunggu di luar. Maka Sang Da’i meminta sang ibu untuk memanggil putrinya untuk masuk ke dalam. Maka duduklah si anak disamping ibunya. Sang da’i mulai mengajak bicara dan bertanya apa yang terjadi ?. Anak putrinya adalah seorang anak yang cerdas dan telah menyelesaikan kuliahnya hingga mendapatkan gelar di bidang biologi dan sejenisnya. Tiga atau empat tahun kuliah. Dari mulai sekolah setingkat SMA hingga lulus kuliah setidaknya si anak telah belajar tentang sains selama tujuh tahun. Tujuh tahun kehidupannya bergelut dan berinteraksi dengan sains. Si anak menyampaikan bahwa dirinya tidak percaya lagi dengan Alloh karena alasan ini dan itu yang semuanya bermuara pada alasan ilmiah yakni sains. Sang da’i kemudian menyampaikan sebuah pertanyaan yang sederhana bahwa apabila ia ingin mengubah jalan hidupnya atau mengubah keseluruhan keyakinannya maka apakah dia sudah melakukan riset atau pencarian ?. Sudahkah dirinya melakukan riset tentang hal ini ?. Maka si anak menjawab tentu saja sudah. Sang da’i kemudian bertanya kembali kapan terakhir engkau membaca Al-Quran ?, minimal terjemahan dari tiap-tiap lembaran Al-Quran. Kapan terakhir engkau membaca tentang kehidupan Nabi Shalallahu alaihi wa Salam?. Bagi seorang murabbi , guru atau pendidik pertanyaan-pertanyaan demikian merupakan hal yang penting memberikan panduan bagi mutarabbi dalam proses hidup. Pendidik atau murabbi inilah yang tidak ada buat anak-anak dalam proses menjalani kehidupan di dunia. Maka sang Da’i kemudian menyampaikan kepada sang ibu untuk memberikan waktu dan kesempatan bagi si anak. Jangan memaksanya, berikan waktu untuk sendiri dan biarkan dia kesempatan untuk melakukan risetnya. Sang da’i kemudian memberikan terjemah Al-Quran dan sebuah buku tentang Sirah Nabawiyah serta menyampaikan kepada putri sang ibu untuk membacanya. Sang da’i memberikan waktu enam pekan bagi si anak untuk melakukan risetnya dan melanjutkan diskusinya setelah enam pekan. Dalam kurun waktu enam pekan itu si anak diminta tidak perlu berdiskusi dengan sang da’i cukup baca dan lakukan risetnya. Belum genap enam pekan, pada pekan ketiga si ibu kembali menemui sang da’i menyampaikan bahwa permasalahan telah selesai. Permasalahan keyakinan yang menimpa putrinya telah teratasi. Kemudian hingga hari ini si anak telah menjalankan solat lima waktu dengan tertib, menghadiri kajian-kajian Islam dan halaqah-halaqah ilmu. Menikah dan memiliki keluarga. Kenapa ini bisa terjadi ?. Semuanya karena proses tarbiyah. Proses pendidikan, akhlak yang terbangun yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wa Salam. Sains yang dipelajarinya tidaklah keliru karena sains sebagaimana ilmu dunia lainnya selama digunakan untuk kemaslahatan umat maka akan menjadi pahala yang luar biasa besar. Jangan membuat dikotomi dengan mengatakan ilmu dunia tidak penting cukup ilmu agama saja. Kedua-duanya sama pentingnya dan saling bersinergi. Tidak semua orang harus menjadi ustadz atau kyai karena masing-masing dari kita memiliki kecenderungan dan ketertarikan pada bidang-bidang tertentu akan tetapi semua orang wajib tahu dasar Islam yang paling penting rukun Islam dan rukun Iman. Kisah diatas hanya segelintir kisah yang terjadi pada anak-anak Islam sekarang ini. Mungkin ada kisah-kisah nyata lain yang juga sama-sama menyedihkan dan harus berakhir tragis. Ini satu poin penting kenapa perlunya mempelajari Sirah Nabawiyah. Kita bisa saja membaca buku-buku tentang Sirah Nabawiyah dimana saja seperti kitab Ar-Rahiiqul Makthum الرحيق المختوم karya Syaikh Safiurahman Al-Mubarakfuri atau Sirah Ibnu Hisyam atau mungkin kitab-kitab sirah lainnya. Kita bisa juga mendengarkan kajian-kajian yang disampaikan oleh para guru, ustadz maupun kyai dimanapun dan kapanpun. Intinya mempelajari kisah hidup Rosululloh Shalallohu alaihi wa Salam menjadi pelajaran yang sangat penting bagi umat Islam. Semuanya dikupas dengan begitu gamblang dan jelas dan memang Alloh kehendaki demikian karena agama ini adalah agama yang jelas sumbernya dan bisa dipertanggungjawabkan sumbernya. Saya mulai dari awal tulisan dengan memberikan sebuah kisah agar agar pembaca memahami kemana arah tulisan ini ke depan. bersambung… 15 Muharram 1438 – 16 Oktober 2016 Ustadz Andrey Ferriyan
ViewSirah NABAWIYAH penting utk HUMAN RESO CTU at MARA University of Technology. 1. Mengapa sirah nabawiyyah sangat penting untuk dikaji oleh umat Islam. Sirah Nabawiyyah mempunyai
loading...Orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan Islam kepada anak. Salah satunya adalah mengenalkan sirah nabawiyah. Foto ilustrasi/its Orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan Islam kepada anak. Salah satunya adalah mengenalkan sirah nabawiyah sejarah Nabi Muhammad Shallalahu'alaihi wa sallam. Dari sirah Nabawiyah, anak akan menemukan sosok teladan utama atau akhlaq utama yakni sabar, tabah, pemberani, penyang, baik hati, dan lain menerapkan cara mendidik anak sesuai Islam , diharapkan si kecil dapat memiliki akhlak atau pribadi yang baik sehingga siap bersaing di masa depan. Mengajarkan dasar-dasar agama Islam kepada anak merupakan kewajiban setiap orangtua. Pendidikan sejarah nabi, misalnya, akan menumbuhkan iman pada diri anak sehingga dapat tumbuh menjadi pribadi yang memegang teguh ajaran Islam dalam kehidupannya. Baca Juga Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallalahu'alaihi wa sallam bersabda“Didiklah anak-anakmu atas tiga hal, yaitu mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca Al-Qur’an, karena orang mengamalkan Al-Qur’an nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para nabi dan orang-orang yang suci”Menurut Priani, Kepala Taman Tahfizh Anak Usia Dini Al Hanif Jombang, agar anak mencintai Nabi Muhammad Shallalahu'alaihi wa sallam, tentunya harus mengenalkan sosok Nabi Muhammad Shallalahu'alaihi wa sallam ke anak-anak sejak usia ahamkan ke anak-anak mengapa Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallalahu'alaihi wa sallam? Alasannya karena manusia butuh seorang Nabi/Rasul. Kehidupan manusia butuh diatur oleh Pencipta manusia, yaitu Allah Subhanahu wa Ta' menambahkan, dijelaskan bahwa Sang Pencipta Al Khaliq Maha Mengetahui yang terbaik bagi manusia, sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala juga membuat aturan untuk manusia Al Mudabbir berupa Syariat Islam. Agar syariat ini dipahami manusia, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus manusia pilihan untuk menyampaikannya syariat-Nya. Rasulullah utusan Allah ini yang berdakwah dengan mengajak manusia menyembah Allah Ta'ala. dan taat kepada-Nya. Jika manusia hidup tanpa aturan Allah yang ada, maka akan terjadi kehancuran. Contohnya saja, jika tidak ada aturan makanan halal dan haram, maka mungkin manusia akan makan kotorannya sendiri. Jika manusia bebas tanpa aturan, apa bedanya manusia seperti hewan. Contohnya, babi yang makan kotorannya sendiri. Baca Juga Kedua, setelah anak memahami kenapa manusia butuh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Selanjutnya anak dipahamkan bahwa kita wajib meneladani Rasulullah Shallalahu'alaihi wa sallam. Bahwa Rasulullah Shallalahu'alaihi wa sallam adalah manusia terbaik pilihan Allah Ta'ala. Dalam Al Qur'an surat Al-Ahzab ayat 21, disebutkan “Telah ada dalam diri Rasulullah Suri tauladan yang baik”.Sebagai muslim yang taat kepada Allah Ta'ala tentunya akan meneladani Rasulullah Shallalahu'alaihi wa sallam secara totalitas. Baik aspek individu, keluarga maupun negara. Dalam aspek individu, Rasullah Shallalahu'alaihi wa sallam sosok yang paling rajin beribadah, memiliki kepribadian yang aspek keluarga, Beliau menjadi ayah, suami dan kerabat yang baik. Sayang kepada anak dan keluarga. Dalam aspek negara, Rasulullah Shallalahu'alaihi wa sallam merupakan kepala negara di Madinah ra’is ad-dawlah. Kepemimpinan seperti Beliau sangat dinantikan saat ini. Pemimpin yang menerapkan Syariat Islam secara anak-anak memahami bahwa ketika seorang muslim meneladani Rasulullah Shallalahu'alaihi wa sallam merupakan perintah Allah Ta'ala Dalam surat An Nisa’ ayat 64 disebutkan bahwa, “Tidaklah Kami mengutus kamu Muhammad melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.” Totalitas dalam meneladani Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berarti menerima dan menerapkan sistem pemerintahan Islam yang telah diwariskan itu, jelas Priani, agar anak semakin mencintai Nabi Muhammad Shallalahu'alaihi wa sallam, ayah bunda perlu lebih rajin membacakan sirah Nabawiyah. Pembahasan mulai nasab Rasulullah Shallalahu'alaihi wa sallam, siapa ayahnya, bundanya, kakeknya. Kisah dilanjutkan bagaiamana masa kecil, remaja hingga menjadi bapak dari anak-anaknya. Selanjutnya masa beliau diangkat menjadi seorang Rasul dan fase dakwah di Mekkah. Tekankan bagaimana gambaran berdakwah di fase Mekkah dengan banyak rintangan hingga berhasil mendirikan negara Islam di Madinah. Selanjutnya kisah Beliau di Madinah sebagai kepala negara. Mengatur urusan kenegaraan berdasarkan syariat Islam. Dakwah dan jihad menjadi nafas kehidupan Rasulullah hingga Beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Baca Juga Wallahu A'lam wid
. 158 329 1 34 246 41 480 69
pertanyaan tentang sirah nabawiyah